LAPORAN PERJALANAN
WILAYAH PERTAMBANGAN MINYAK
DI BULA KABUPATEN SERAM TIMUR - MALUKU
MALUKU
Suku bangsa Maluku didominasi oleh ras suku bangsa Melanesia Pasifik, yang masih berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan beberapa bangsa kepulauan yang tersebar di kepulauan Samudra Pasifik.
Banyak bukti kuat yang merujuk bahwa Maluku memiliki ikatan tradisi dengan bangsa bangsa kepulauan pasifik, seperti bahasa, lagu-lagu daerah, makanan, serta perangkat peralatan rumah tangga dan alat musik khas, contoh: Ukulele (yang terdapat pula dalam tradisi budaya Hawaii).
Mereka umumnya memiliki kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat, dan profil tubuh yang lebih atletis dibanding dengan suku-suku lain di Indonesia, dikarenakan mereka adalah suku kepulauan yang mana aktifitas laut seperti berlayar dan berenang merupakan kegiatan utama bagi kaum pria.
Seram Bagian Timur
Kabupaten Seram Bagian Timur adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku, Indonesia. Kabupaten ini diresmikan berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2004. Ibukota kabupaten ini menurut UU tersebut terletak di Dataran Hunimoa, akan tetapi pusat kegiatan termasuk pemerintahan sementara berlangsung di Bula. Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran kabupaten Maluku Tengah yang terdiri dari:
- Kecamatan Bula
- Kecamatan Pulau Gorom
- Kecamatan Seram Timur
- Kecamatan Werinama
Daerah ini terpilah atas dua gugusan pulau, yaitu Pulau Seram Bagian Timur dan Pulau Kesui.
sPOky Island
Itu hanya istilah yang disebut sebagai terjemahan bebas buat kata seram..dalam peta akan terlihat bahwa wilayah yang termasuk territory provinsi maluku ini adalah wilayah terpencil dan tidak terkenal.Jangankan buat menjadi tujuan wisata ,untuk merasa pernah mendengarnya pun jarang orang yang tau padahal pulau seram merupakan pulau terbesar di gugusan kepulauan maluku
di dampingi oleh pulau Irian disebelah timur dan Pulau Ambon di sisi selatan kearah baratnya.serta beberapa pulau kecil di utaranya dengan pulau terbesar adalah Salawati yang juga terdapat exsplorasi minyak serta usaha kayu disana.
Welcome to Bula Seram Timur
Bula adalah nama kota terdekat dan satu satunya daerah yg bisa di katakan sebagai kota didaerah itu .Bula semenjak Agustus Tahun 2004 telah berubah status menjadi sebuah kota kabupaten naik jabatan dari semula yang hanya ibukota kecamatan. Bula yang terletak dipantai utara pulau seram dan dari letak geografinya cenderung untuk lebih mengarah ke timur ini mempunya kedekatan wilayah dengan IrianPulau Irian bisa diamati dari bukit osseil tempat pengeboran lokasi pengeboran yang agak tinggi dari lokasi produksi disni ,jika di perhatikan akan nampak gugusan pulau dan yang terbesar adalah irian.
Untuk mencapai Bula dari Ambon dan Sorong membutuh kan penerbangan kurang lebih satu jam melalui transportasi udara.sedangkan untuk pelayaran laut belum di lalui oleh kapal penumpang bertonase besar.
Kapal kapal yang melayani barang dan penumpang hanyalah kapal kayu yang di miliki oleh warga bula keturunan yang memiliki toko kebutuhan barang barang pokok sehari hari.jarak Bula -Ambon atau Bula - Sorong ditempuh lebih dari 24 jam, dengan singgah di beberapa daerah di sekitar pantai pulau seram atau juga singgah di pulau lain seperti wahai atau Pulau Banda. Mata pencarian penduduk yang utama adalah sebagai pekerja didua lokasi penambangan yg terdapat disini,serta ada pula yang berdagang dan mayoritas perdagangan di kusai oleh warga bula keturunan cina.Pertanian hanya menjadi usaha yang dikerjakan secara serius oleh warga pendatang dari Jawa yang telah bertransmigrasi kedaerah sekitar Bula dari tahun 70-an.
Lokasi Transmigrasi terbesar adalah Desa Kobisonta yang memasok hamper seluruh kebutuhan pangan daerah ini.
Lokasi transmigrasi kedua yang merupakan pengembangan dari Kobisonta adalah jembatan besi dan merupakan tempat tinggal generasi kedua dari anak anak transmigran yang telah berhasil di lokasi lama.
Terdapat sarana telekomunikasi dengan Kode wilayah 0951,serta satu kantor pos dan satu bank milik Pemda yaitu bank Maluku (BPD).
Fasilitas
Dibandingkan dengan keadaan di pulau Jawa atau Sumatera,Bula belum lah bisa di kategorikan sebagai sebuah kota karena fasilitas penunjang sebuah kota belum tersedia.banyak hal yang harus di benahi sebelum ibukot kabupaten Seram Timur ini layak di sebut sebuah kota.
Bahkan angkutan umum hanya di layani oleh becak disini, dan itupun jumlahnya masih terbatas.Tidak ada angkot apalagi bis kota,kendaraan umum masih jarang kalaupun ada itupun terbatas dari mobil angkutan perusahaan yang beroperasi disini.Bisa dibayangkan bagaimana sepinya disini.
Sarana listrik yang di suppor darigenerator local PLN hanya beroperasi di malam hari untuk siang hari masih di batasi di jam jam tertentu saja.Siaran radio dapat menangkap gelombang Am dari RRI Sorong dan juga FAKFAK,keduanya adalah nama kota di irian barat.
Siaran televisi hanya sebatas TVRI saja dan untuk mereka yang mepunyai kelebihan rezeki akan bisa memasang antenna parabola atau berlangganan jasa receiver swasta amatiran dengan uang iuran.
Field/Site atau Production field
Lokasi kerja atau juga dsebut dengan site atau field terdapat sekitar 7-8 kilometer dari kota Bula,di hubungkan oleh jalan darat yang masih berupa jalan tanah yg hanya di beri batu koral,sangat berdebu di musim kemarau dan textur tanah yg cenderung cepat menyerap air.
Field disini merupakan lokasi kerja lapangan di mana satu lokasi dan lokasi lainnya dihubungakan oleh rangkaian pipa minyak
Dimulai dari sumur pengeboran tempat minyak itu disedot dari dalam tanah yang disebut Osseil..jumlah nya ada 4 buah dan sumur yang mengeluarkan minyak dan di explore sejauh ini hanya dua.
Rangkaian pipa itu bersambung menuju suatu lokasi yang di sebut Field facility .Tempat pembakaran gas dan bahan bahan lain yang tidak dibutuhkan,FF singkatan dari tempat ini hanya sebagai fasilitas pertama untuk pengolahan minyak.
Selanjutnya minyak di pompakan ke fasilitas pemrosesan utama disebut MPF/main production Field.Disini minyak di pisah kan dari nafta,air dan Lumpur serta bahan lainnya menggunakan chemical dan residu lain.didalam MPF terdapat laboratorium khusus dan tempat pemantauan aliran minyak.Disni juga ada tanki tanki besar yang jumlahnya 8 buah buat menampung minyak dan juga hasil pemisahan olahannya.
Selanjutnya barulah minyak mentah yang telah siap buat diolah lanjutan itu di gelontorkan ke pelabuhan/jetty.Letaknya tidak begitu jauh dari MPF hanya berjarak kirakira 2 kilometer.
Lokasi yang juga menjadi tempat favorit buat lari sore bagi saya.
Jetty adalah pelabuhan swaasta yang di bangun oleh perusahan buat melakukan proses eksport minyak.Minyak mentah tersebut tidak diolah disini tapi di Singapura atau Sorong untuk di jadikan bermacam macam produk.
Main Field Facility
Didalam lokasi itu terdapat bermacam bangunan yang berguna sebagai penunjang kegiatan produksi tapi yang fasilitas paling banyak bangunannya adalah MPF.
Disana terdapat perkantoran milik perusahaan kontraktor yg ditunjuk sebagai pelakasana produksi.Produksi minyak disni untuk kegiatan sehari2nya di lakukan oleh perusahaan lain yang di tunjuk oleh ownernya.Juga terdapat main base camp yang lokasinya terdapat di depan MPF.
Base camp
Didalam base camp tempat kita hidup sehari hari sudah disediakan fasilitas fasilitas seperti mess hall dan kamar tidur dengan kamar mandi juga recreation room,selain dilengkapi Accomodation room dengan fasilitas penunjang seperti canteen dan recreation room,
Fasilitas klinik dan first aid station juga terdapat di dalam base camp ini. Saluran TV langganan dari Indovision serta fasilitas karaoke juga ada.
Kamar yang diberikan perindividu ini cukup nyaman dengan adanya AC di tiap ruangan.
Perusahaan catering yang khusus didatangkan dari Jakarta juga cukup menjaga mutu hidangannya.Tidak hanya khusus membuat makanan ala bule tapi juga memperhatikan selera nasional employee.Fasilitas kehidupan seperti laundry dan cleaning service juga mereka sediakan pula.
Pekerja
Para pekerja yang didatang kan kemari terdiri dari berbagai macam bangsa , jenis keahlian,juga dari berbagai macam perusahaan.Ada dua pengelompokan berdsarkan kedatangan.
Kelompok pertama merupakan pegawai yang rutin berkunjung dengan jadwal tetap seperti saya dan kelompok kedua yang merupakan temporal schedulle, biasanya yang kedua ini adalah Visitor dari swasta atau pemerintah dan juga service company untuk merawat segala fasilitas disini seperti sarana komunikasi atau mobil.
Juga terdapat warga lokal bula yang bekerja disini dengan berbagai macam jenis pekerjaan dari clerk (petugas lapangan) , sekretaris sampai kepada sopir dan Satpam.
Untuk wilayah produksi juga sudah banyak warga lokal khususnya yang masih muda di berikan pelatihan sebelum nanti mereka di lepas untuk menduduki pelaksana atau operator dilapangan,sementara ini mereka masih di dampingi oleh operator senior dari Jakarta.
Penutup
Demikian sekilas gambaran lokasi dimana site yang di sebut sebagai main Production Field di daerah Bula Kabupaten Seram Timur. Semoga laporan perjalanan ini dapat memberikan masukan tentang persiapan baik fisik maupun mental apabila suatau saat ada yang ditugaskan ke tempat ini.
Diharapkan agar laporan perjalanan ini bisa di ambil manfaat dan juga maaf bila ada kesalahan dari penyebutan nama tempat, jarak atau perubahan perubahan yang kemudian terjadi.
Tempat ini sebagai background dari kisah Novel "7 hari Terakhir" yang saya buat.
Terimakasih dan selamat bekerja.