A (not) Shy Guy

ReviewReviewReviewConfession of an Economic Hit ManFeb 29, '08 1:15 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:John Perkins
Membaca buku ini seperti membaca sebuah pengakuan dosa masa lalu seseorang, sebuah upaya minimal yang dilakukan oleh pelaku yang oleh keadaan dan konflik bathin selama bertahun tahun (walau akhirnya kemudian dia akhirnya kalah dalam perang bathin itu) akhirnya membuat tulisan yang bukan dmaksudkan sebagai penghapus dosa masa lalu nya serta juga ditujukan sebagai upaya membukakan mata dunia bahwa praktek pemiskinan dengan dalih bantuan international dengan membangun mega prohect infra structure yang di komandoi nya adalah sebuah tindakan kejahatan yang tidak hanya membuat sengsara satu generasi namun melilit dan menyengsarakan beberapa decade generasi berikutnya.

Pemiskinan dengan kedok bantuan ekonomi dari lembaga lembaga keuangan AS dan kemudian dana tersebut dikelola oleh korporasi yang dibentuk juga oleh Agen Rahasia NSA (National Security Agency) dirasakan dampak dan akibatnya sehingga kini.

EHM dan Indonesia
Negara kita merupakan korban-korban awal mafia international ini, cerita dimulai pada paruh akhir tahun 60-an, setelah keruntuhan Presiden Sukarno dan naiknya Presiden Suharto ketampuk kekuasaan, dengan dalih sebagai upaya menyelamatkan bangsa Indonesia dari ancaman bahaya komunisme maka, masuklah kaki tangan Amerika Serikat dengan memberikan skema bantuan kelistrikan yang diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi, angka angka pertumbuhan fantastis yang dikarang oleh pelaku (Jeff Perkins) waktu itu sempat di tentang oleh salah seorang Insinyur Senior yang mengatakan ini adalah project kebohongan untuk membuat kaya segelintir penguasa dan membuat bertambah miskinnya sebagian besar rakyatnya.

Project berjalan terus, sang insinyur tua disingkirkan dan dalam keadaan sakit pulang ke Amerika, serta akhirnya laporan sang penulis mendapatkan pujian dari lembaga Swasta tempat dia (pura pura) bekerja.
Banyak kejadian selama penulis berada di Jakarta seperti realita kemiskinan yang membelit ibukota Indonesia itu, serta acara wayang di Bandung, dengan dalang yang melakonkan kritik terhadap arogansi dan maksud Imperialisme barat menekan dan mengakali Negara Negara di asia Timur dan asia jauh serta tenggara agar tunduk dalam hegemoni kekuasaannya. Serta Prediksi war of civilization yang ternyata terjadi saat ini, dimana konflik bukan lagi antara blok barat dalam hal ini di wakili oleh Amerika kontra blok komunis di wakili oleh Negara almarhum Uni Soviet, menjadi konflik antara kelompok Islam yang di cap teroris apabila menentang dengan kelompok yang menganggap dirinya paling demokratis yang dimotori oleh Amerika.

Petualangan Jeff Perkins sebagai salah seorang Economic Hit Men diteruskan ke Panama, sebuah Negara kecil di tanah genting selatan Amerika, yang mempunyai posisi strategis, antara dua samudera besar, perancis pertama kali mempunyai gagasan untuk membuat sebuah canal setelah mereka sukses dengan project pertama di terusan Suez-Mesir.
Terusan tersebut di bangun dengan persetujuan kontrak antara Amerika dan Perancis tanpa melibatkan pemerintah atau orang Panama sebagai pemilik wilayah didalamnya. Pada masa sebelum pembangunan, Amerika terlebih dahulu, memerangi Kolombia yang mejadikan Panama sebagai bagian negaranya, dan perang tersebut berdalih upaya untuk memerdekan Panama, namun yang terbentuk sebenarnya hanyalah sebuah Negara boneka Panama.
Panama dimasa itu masuk kedalam saat saat yang menetukan, perjanjian pengelolaan Kanal air yang menghubungan dua samudera dan membelah Negara itu, tidak segera di setujui oleh Amerika, Terusan yang mereka bangun dinegara lain seakan menjadi lambang arogansi Amerika Serikat diluar Negaranya.
Akhirnya perjanjian itu disepakati dengan hasil yang akhirnya menjadi salah satu penyebab kejatuhan Jimmy Carter dari kekuasaan. Panama menjadi penguasa terusan itu.
Pejuang utama dari perjanjian itu yang disebut dengan si jenderal mempunyai hubungan yang tersembunyi dengan Penulis buku ini, dalam masa itu, ternyata MAIN tetap berperan disana, memberikan bantuan yang kemudian di ambil lagi sebagai modal yang dikerjakan oleh perusahaan konstruksi untuk pembangkit listrik di seputaran Amerika Latin termasuk Panama.

Terus Berlanjut
Pekerjaan John Perkins sebagai seorang EHM yang berkedok sebagai ahli perencanaan energy terus berlanjut, dia menjadi saksi saat saat keruntuhan Shah Iran, hanya keluar beberapa hari dari revolusi rakyat yang di motori oleh Mullah Ayatollah Khomeini dan pengikutnya. Shah Reza Pahlevi melarikan diri ke beberapa Negara dalam keadaan sakit akhirnya menjalankan pengobatan di perancis dan Amerika sekutu terdekatnya yang akhirnya tetap tidak mau menerima keberadaanya sebelum akhirnya menerima suaka di Negara yang bahkan oleh sang mantan penguasa masuk dalam pemikirannya menjadi tempat dia menembuskan nafas.

Kematian demi kematian
Politik EHM, terus merasuk dan memberikan dampak kepada setiap tempat yang didatanginya, presiden terpilih Ekuador, sebuah Negara yang berada di ketinggian pegunungan Andez dengan seorang presiden pertama yang terpilih secara demokratis yang mempunyai program pertama dan utama merevisi kembali kontrak kerjasama dengan perusahaan perusaaan minyak yang beroperasi di Negaranya.
Republik Pisang yang beribukota di Quito, sebuah kota di pegunungan, namun tidak memberikan hawa sejuk pada situasi politik di waktu itu. Keputusan presiden terpilih Jaime Roldos tersebut mendapatkan tentangan dari dalam maupun luar negeri, terutama mereka yang mempunyai kepentingan, seperti George H.W Bush dengan perusahaan minyak dan industri pertanian yang dimilikinya di kolombia dan Ekuador merasa terancam, orang kaya lokal yang selama ini di untungkan dengan korupsi hasil minyak, semua di pangkas. Pada akhirnya tangan tangan CIA yang bermain, pesawat yang di naiki oleh sang Presiden tiba tiba meledak di Udara, lima penumpang termasuk Jaime Roldos menjadi korban.
Kematian ini di ikuti dengan meledaknya pesawat twin Otter yang dinaiki oleh pemimpin Panama beberapa waktu kemudian, walau EHM dekat dan mengetahui sebagian tindakan dari Sang jenderal, namun kepentingan mengasai Kanal dan minyak di panama lebih besar dan sang penghalang seperti jenderal Torrijos menurut CIA pantas di lenyapkan. Tak ada penyelidikan tuntas sampai sekarang atas kematian dua pemimpin Negara ini .

Penyesalan yang terlambat
Kematian demi kematian, keruntuhan dan pertumpahan darah yang tercipta, data yang di gelembungkan sehingga memberikan efek Bubble kepada kepala Negara yang melihatnya, kesejahteraan semu yang ditawarkan, seolah solusi dari keadaan saat itu, hanya sebuah perangkap yang di jaringkan kepada Negara Negara seperti Indonesia, Panama dan Kolombia menyebabkan penderitaan bagi sebagain besar penduduknya.
Kesadaran ini muncul dimulai dari pemecatan mr. Bruno atasan sekaligus pemimpin MAIN yang paling di hormati oleh jeff Perkins, sebagai pemimpin dan digantikan dengan mr. Pryde dan Mr. Hall yang sangat tidak diinginkan olehnya.
Dalam keadaan yang bisa disebutkan di puncak karier Jeff Perkins mengundurkan diri, menyisakan hutang dosa masa lalunya. Kehidupan pribadinya yang sudah mulai mapan kembali dengan hadirnya Rita sebagai istri yang juga mantan partner nya di MAIN serta seorang putri dalam pernikahan mereka, memberikan dampak kepada kesadaran tersebut.

Penerbitan Buku
Buku yang sedang kita bahas ini adalah sebuah rangkaian panjang diskusi dan pembahasan yang dilakukan oleh Jeff Perkins baik dengan teman ekonomnya, keluarga dan mereka mereka yang dulu sama sama terlibat di dalam EHM.
Keberanian ini merupakan upaya dari penulis untuk menghapus rasa bersalahnya dengan membukakakan sesuatu yang selama ini disembunyikan dari segala bentuk bantuan yang di kucurkan oleh bank Dunia maupun IMF bagi Negara berkembang ternyata bukan program social dan bertujuan baik, tujuan utama nya bukan pemberdayaan dan mebuat naiknya tingkat kesejahteraan penduduk Negara berkembang yang menerimanya.
Tujuannya hanya satu, membuat Negara tersebut tergantung kepada Amerika Serikat dan dengan mudah Amerika akan menyetir apa saja yang diinginkannya akan Negara tersebut, sumber daya alam, pangkapalan militer serta sebagai sekutu yang baik.

Amerika memang telah berubah dari sebuah Negara republic menjadi polisi dunia yang berhak mengatur lalu lintas dunia International di atas PBB.
Kesuksesan MAIN dengan EHM-nya yang ditempatkan dan disusupkan dalam berbagai kejadian penting pergolakan dunia, menjadi sebuah pertanda, bahwa dikemudian hari bangsa ini bisa mengkaji lebiih dalam dan lebih kedalam setiap bentuk tawaran hutang, yang mungkin tak akan terselesaikan oleh satu generasi namun memerlukan ber-generasi generasi melunasinya.
Sekali lagi, pikirkan nasib anak cucu yang akan diwajibkan membayar hutang dari uang yang kita korupsi hari ini, dan itu adalah merupakan anak cucu anda juga.
Terimakasih


marpriansyah wrote on Feb 29
Duh panjang banget yah...!
:-) intinya apa Al? hehehe
alnasdays wrote on Feb 29
nti review nya ada di dua kalimat terakhir "Sekali lagi, pikirkan nasib anak cucu yang akan diwajibkan membayar hutang dari uang yang kita korupsi hari ini, dan itu adalah merupakan anak cucu anda juga."
surfnkiteindonesia wrote on Feb 29
ReviewReviewReviewReviewReview
Wah keliatannya buku bagus nih...Thanks reviewnya. Pernah nulis di KoKi KCM nggak...kirim deh kesitu...karena tulisan ini bagus untuk dilihat banyak orang seluruh dunia.
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help
Template design Copyright © 2005 Jeff Miller